Hukum Qurban di Mata Allah SWT dan Ketentuannya

Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat muslim di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Adha yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Berkurban adalah salah satu hal yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW, hukum qurban sunnah muakkad. Penyembelihan hewan kurban memiliki makna yang cukup dalam, yaitu tentang keikhlasan dan keimanan kepada Allah SWT. Artinya, bagi manusia ibadah ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan kasih sayang Allah SWT.



Selain sebagai bentuk kasih sayang kepada Allah SWT, di mana hal itu merupakan hubungan manusia dengan Tuhannya, ibadah kurban juga memiliki tujuan habluminannas. Artinya, hubungan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Jadi selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, ibadah kurban juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan pangan.
Lebih dalam lagi akan dijelaskan hukum qurban terbagi menjadi 2 (dua), yaitu sunnah muakad dan wajib. Sunnah muakkad maksudnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan, yang jika dikerjakan mendapat keridhaan Allah SWT, dan jika tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Karena menjadi ibadah yang sangat dianjurkan, setidaknya satu orang dianjurkan pernah melakukan satu kali kurban dalam hidupnya. Sedangkan, wajib jika berkurban berdasarkan nadzar, seperti mengucapkan “saya akan berkurban apabila saya lulus ujian atau saya nadzarkan kambing saya ini hanya untuk berkurban”. Hal ini wajib dilakukan karena sudah tercatat merupakan janji kepada Allah SWT.

Bahkan, jika ditelisik ke dalam kitab suci umat Muslim, Alqur’an, hukum qurban yang sunnah muakad tertuang dalam QS. Al Kautsar ayat 2 (dua), yang artinya “Maka shalatlah karena Tuhanmu dan berqurbanlah”. Maka, sebaiknya segerakanlah berkurban bagi orang yang beragama Islam, berakal sehat, baligh, merdeka atau bukan budak, dan mampu. 

Ibadah kurban tidak bisa sembarangan, terdapat beberapa ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan, sebagai berikut:

1. Berdasarkan niat mendekatkan diri pada Allah.
2. Hewan yang bisa dikategorikan sebagai hewan kurban adalah hewan ternak berkaki empat, seperti sapi atau kerbau, kambing, domba, dan unta.
3. Hewan yang boleh dijadikan kurban hanya yang usianya sesuai ketentuan, yaitu untuk sapi atau kerbau minimal usianya genap 2 tahun dan memasuki tahun ke-3, kambing kurban biasa (bukan domba/biri-biri) minimal genap berusia 1 tahun dan telah memasuki tahun ke-2, domba (jika sulit mendapatkan yang 1 tahun) minimal berusia 6 bulan dan telah memasuki bulan ke-7, dan unta minimal 5 tahun dan memasuki tahun ke-6.
4. Penyembelihan dilakukan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah
5. Kurban kambing cukup 1 orang, sapi dan unta boleh iuran sebanyak 7 orang.

Demikianlah pengertian, ketentuan, serta hukum qurban yang perlu diketahui. Ayo segerakan berkurban bersama Global Kurban melalui www.globalqurban.com.

Komentar