Lembaga Pengelola Zakat di Indonesia dan Fungsinya

Zakat harus dengan perhitungan dan pengelolaan yang jelas serta benar sesuai aturan Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut ada lembaga pengelola zakat di Indonesia yang siap membantu. Ada dua lembaga pengelola yaitu yang didirikan pemerintah dan yang didirikan oleh swasta. Lembaga amil zakat nasional merupakan sebutan untuk lembaga pengelola zakat yang didirikan swadaya oleh masyarakat. Lembaga yang sering disebut LAZ ini memiliki peranan cukup penting dan juga beberapa tugas. Ada fungsi-fungsi yang dijalankan LAZ dalam tugasnya mengelola zakat masyarakat, seperti beberapa fungsi berikut.

Fungsi dan Tugas Lembaga Pengelola Zakat


Fungsi utama lembaga ini tentu adalah mengelola zakat, mulai dari penerimaan dari muzaki hingga penyerahan kepada mustahiq. Selain itu ada fungsi lainnya sebagai sarana informasi. Lebih jelasnya, Anda bisa menyimak ulasan berikut ini.

1. Menerima zakat dari muzaki

Fungsi pertama dari lembaga pengelola zakat di Indonesia adalah menerima zakat yang dibayarkan oleh muzaki. Pelayanan pembayaran zakat pasti menjadi yang pertama dan selalu ada. Setiap umat muslim yang akan membayar zakat harus dilayani dengan benar sesuai standar kerja dan juga aturan ibadah. Lembaga pengelola zakat harus mempunyai amil atau anggota pengurus dana zakat. Seorang amilin harus yang paham tentang aturan dan tata cara berzakat. Selain itu untuk menjalankan tugas, amilin juga harus lah orang yang memiliki sifat amanah. Orang yang bisa dipercaya dan dapat bertanggung jawab untuk mengelola zakat dengan benar.

2. Menyalurkan zakat kepada mustahiq

Zakat dikeluarkan orang mampu untuk kemudian diberikan kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat atau ashnaf. Anda bisa membayarkan zakat langsung kepada mustahiq atau melalui amilin. Lembaga pengelola zakat di Indonesia memiliki fungsi sebagai distributor zakat. Lembaga ini harus mempunyai target mustahiq yang tepat. Penyalurannya juga harus dilakukan dengan proses yang cepat dan penyaluran yang tepat. Hal tersebut agar zakat yang telah dibayarkan oleh muzaki bisa lebih efektif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial penerima zakat. Pengelola zakat harus mampu menyalurkan zakat kepada penerima yang tepat, sehingga dapat bermanfaat.

3. Fungsi lain

Tidak hanya mengurusi dana zakat saja, lembaga pengelola zakat juga harus bisa menjalankan fungsi sebagai informan zakat. Hal-hal tentang zakat perlu dikuasai untuk kemudian dibagikan ke orang lain. Lembaga pengelola zakat seperti LAZ perlu untuk menyajikan informasi tentang zakat dan perhitungannya, dengan begitu akan lebih banyak umat muslim yang memahami zakat. Hal tersebut dapat berpengaruh baik bagi muzaki supaya segera menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat. Untuk fungsinya sebagai sumber informasi, pengelola zakat sebaiknya menyediakan informasi tentang aturan, jenis, serta perhitungan zakat.

Demikian beberapa informasi singkat mengenai fungsi lembaga pengelola zakat di Indonesia dalam tugasnya sebagai penyalur dana dan informasi zakat. Apabila fungsinya dijalankan tentu akan memberikan pengaruh baik untuk zakat dan mencapai manfaat bagi kesejahteraan umat.  

Komentar