Informasi Mengenai Tuntunan Zakat

Menurut Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 267:mengenai zakat profesi: 

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"



Jenis zakat profesi oleh para ulama kontemporer dibedakan menjadi dua, yaitu:

Pertama, berdasarkan fatwa MUI 2003 tentang zakat profesi setelah diperhitungkan selama satu tahun dan ditunaikan setahun sekali atau boleh juga ditunaikan setiap bulan untuk tidak memberatkan. Model bentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan).

Kedua, dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan ini dianalogikan pada zakat tanaman. Model memperoleh harta penghasilan mirip dengan panen hasil pertanian, sehingga harta ini dapat dianalogikakan ke dalam zakat pertanian.

Sementara menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan dalam dua cara, yaitu:

1. Secara langsung, dimana zakat dihitung 2,5 persen dari penghasilan kotor (brutto), baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 5.000.000 tiap bulan, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% x 5.000.000 = Rp 125.000 per bulan atau Rp 1.500.000 per tahun.

2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok (netto), zakat dihitung 2,5 persen dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 2.000.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulan, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% x (2.000.000 – 1.000.000) = Rp 25.000 per bulan atau Rp 300.000,- per tahun.

Pada prinsipnya, zakat merupakan kewajiban individu yang harus ditunaikan setelah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, diantaranya harta yang diperoleh telah memenuhi nishab. Oleh karena itu, setiap orang yang sudah memenuhi syarat dan tidak menunaikannya maka ia berdosa. Oleh karena itu, cara terbaik bagi kita yaitu dengan mengeluarkan zakat profesi/penghasilan setiap kali kita mendapatkan penghasilan/perbulan. Dengan mengeluarkannya setiap bulan akan lebih mudah dan aman karena penghasilan/gaji kita masih belum dipergunakan untuk kebutuhan lainnya yang tidak terduga, yang dikhawatirkan kita tidak bisa membayar zakat setelah itu.

Sekarang banyak para pekerja yang bayar zakat penghasilan online. Hal ini terlihat lebih mudah dan efisien mengingat waktu para pekerja yang sudah padat dengan kesibukannya, baik di kantor maupun di rumah. Banyak dijumpai lembaga-lembaga yang menyalurkan zakat secara online seperti LAZ Al Azhar, Baznas, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa dan masih banyak lagi. 

Komentar