Pembubaran Tabligh Akbar Sidoarjo Ustadz Khalid Basalamah & Pointnya Bagi Marketer?

Banyak hal yang perlu kita tahu di dunia ini, beragam cara kita lakukan untuk mengetahui tentang dunia ini, termasuk salah satu caranya melalui pendekatan agama sehingga kita jadi tahu mana yang sebaiknya harus kita ketahui lalu kita jalankan dan mana yang perlu bahkan harus kita tinggalkan, serta hal apa yang tidak perlu kita ketahui. Itulah sedikit banyak mengenai manfaat yang bisa di dapat dari mempelajari ilmu agama.
Kutipan block quotes tersebut seolah menandakan bahwa bila anda ingin genggam dunia, genggamlah nilai agama maka anda akan bisa mengemgam bukan hanya dunia saja, melainkan sesuatu yang dijanjikan kekal dengan ganjaran kebaikan yang berlipat ganda. Hal ini juga mengingatkan saya kepada sosok Ibnu Qayim Rahamihalullah. Ia memaparkan bahwa 
"Dunia ini seolah seperti bayangan, bila kau kejar terus bayangan maka kau tak akan mampu mencapainya. Berbalik arahlah mengejar akhirat maka bayangan dunia akan kau dapat"
Saya merasa statement ini menjadi salah satu faktor yang membuat para pegiat agama, khususnya agama islam terus berdakwah memberikan masukan yang dapat menunjang kebaikan hidup manusia, dari para pegiat tersebut termasuk salah satunya adalah Ustad Khalid Basalamah.


Kajian dakwah yang ia sampaikan sangat kental dengan ajaran sunnah, dan selalu mengatakan sesuatu berdasarkan Quran ataupun Rasul SAW ataupun juga para sahabat. Bisa dibilang kajian dari Ustad Khalid Basalamah ini juga tidaklah sepi peminatnya, bila anda saksikan di youtube ia menjadi salah satu ustad yang cukup banyak jumlah view setiap videonya, baik yang berasal dari official account Ustad Khalid Basalamah tersebut ataupun yang bukan dari official accountnya.

Permasalahannya mulai timbul ketika disinyalir adanya tudingan bahwa ia dicap sebagai ustad yang kajian dakwahnya provokatif sehingga membuat salah satu ormas di Sidoarjo memberhentikan ia sebagai penceramah. 

Sangat menarik disimak bagaimana positioning yang dilakukan Sang Ustadz, meskipun yang menolak di depan masjid terbilang segelintir ketimbang para jemaah yang sedang mengikuti kajiannya, namun ia tidak mengajak para jemaah untuk menghentikan ormas itu melakukan penghentian agar ia tidak melakukan ceramahnya kembali. Namun ia justru dengan legowo dan senyum membubarkan dirinya. Ia tidak ingin mengadu domba sesama muslim. 

Berikut ini adalah tanggapan dari beliau



Terlepas dari apakah benar sang ustad itu provokatif atau tidak, yang perlu ditekankan bahwa bila kita sebagai seorang marketer. Ingatlah tujuan kita adalah memberikan value, artinya jika value itu telah diberikan meski mengorbankan banyak hal yakinlah sewaktu saat ini merupakan kesuksesan yang gemilang.

Komentar