Jangan Pandai Mengumbar Permasalahan Untuk Membangun Personal Branding Anda

Manusia pada umumnya terlahir dalam keadaan yang sempurna, ia memiliki setidaknya 360 sendi yang mana tentunya sangat membantu menopang kehidupannya untuk bergerak dan terus bertahan hidup sampai ke titik menghasilkan karya yang bermanfaat untuk orang sebanyak-banyaknya dan lingkungan seluas-luasnya. Saya sendiri coba menamakan bagi setiap orang yang sudah masuk ke tahap memberikan manfaat ini adalah orang-orang yang ada di fase rahmatalilalamiin. 

Yang menarik pada tahap ini tentunya setiap orang dituntut untuk memaksimalkan waktunya untuk terus produktif dengan kapasitas yang maksimal. Namun untuk masuk ke tahap yang rahmatalillalamin pada kenyataannya tidak semudah apa yang dibayangkan sebelumnya. Ada suatu cerita yang menurut saya sangat menarik, inspiratif dan sangat penting untuk memaksimalkan waktu, yakni dengan memperhatikan dan memodifikasi apa yang sudah ada menjadi lebih baik.

Konsep Memperhatikan & Modifikasi  

Konsep ini terlihat biasa dan ya begitu saja, namun saya coba perhatikan ada hal yang menarik yang bisa kita tarik pelajaran sangat penting dari kehidupan sehari-hari, yakni dari kisah yang saya coba saya utarakan dari kehidupan yang saya temukan berikut ini.


Ceritanya begini..

Sewaktu saat ada seseorang profesional yang bisa dikatakan ada di level yang sangat tinggi dalam karirnya, sangkin sibuknya jadwal yang ia miliki membuat hidupnya nyaris tidak ada waktu untuk bersantai. Ketika itu ada moment dimana ia harus meeting dan kebetulan tidak ada supir dan kendaraan yang biasa ia gunakan, di keadaan ini akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan layanan taksi konvensional.

Ketika dalam perjalanan dengan supir taksi tersebut, ia merasakan bahwa sang supir sangat cekatan namun tetap memberikan kenyamanan kepada penumpangnya saat perjalanan berlangsung. Momen ini semakin menarik ketika lalu lintas di jalan sangatlah macet dan padat, hampir semua pengendara mulai arogan dan membuuat situasi tidak tertib, karena arogannya para pengemudi yang lain membuat taksi yang dikendari sang supir dan profesionalnya nyaris tertabrak oleh sebuah truk, namun sang supir hanya membuka kaca mobilnya dan tersenyum lalu melambaikan tangannya serta melanjutkan kembali perjalanannya.

Yang unik adalah profesional tersebut berkata "mengapa anda tetap tenang saja padahal kita hampir celaka oleh truk tadi". 

Sang supir pun menjawab "apakah ada manfaat ketika kita harus utarakan kekesalan kita pak sementara mau kita utarakan atau tidak itu tidak akan merubah keadaan bukan?".

Sang profesional pun terheran dan berkata "Apa anda merasa hal itu juga akan membahayakan keluarga kita bila kita celaka?"

Sang supir dengan cepat menjawab "Bukankah dengan kita melampiaskan kekesalan kita, itu membuka peluang terhadap kenyamanan hidup ia dan membahayakan orang-orang yang ada dilingkungan supir truk tadi?"

Darisini bisa diambil pelajaran bahwa, permasalahan itu jangan dijadikan sebagai sampah, ketika kita mendapatkan suatu permasalahan langkah terbaiknya adalah membuang sampah itu pada tempatnya, sehingga truk sampah bisa mengangkutnya. Bila permasalahan itu kita tumpahkan di kehidupan kita secara sporadis, tentunya orang-orang akan merasakan ketidaknyamanan karena kita seolah membuang sampah tidak pada tempatnya.

Semoga bermanfaat

Komentar